Terpaksa Kejagung Periksa Adik Harvey Moeis Berkaitan Kasus Korupsi Komoditi Timah

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengerjakan pemeriksaan terhadap adik dari tersangka Harvey Moeis (HM) berkaitan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk tahun 2015 sampai dengan 2022.

“Pemeriksaan saksi dikerjakan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Senin (3/6/2024).

Ketut menyebut, adik Harvey Moes yang diperiksa berinisial MM. Dia dimintai keterangan dalam rangka mendalami mahjong ways 3 kasus korupsi timah untuk para pihak yang dikala ini telah ditetapkan sebaga tersangka.

“Diperiksa untuk tersangka TN alias AN dan kawan-kawan,” kata Ketut.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung memutuskan eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM jangka waktu 2015-2022, Bambang Gatot Ariyono, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022.

“Kami tingkatkan statusnya sebagai tersangka. Dia ditetapkan dalam kapasitasnya Dirjen Minerba Kementerian ESDM jangka waktu 2015-2020,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi, dikala sua pers, Rabu (29/5/2024).

Bambang diduga terlibat dalam upaya mengubah Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2019. Di mana sepatutnya dalam RKAB sebesar 30.217 metrik ton, diubah menjadi 68.300 metrik ton.

“Perubahan ini tidak sama sekali dikerjakan dengan kajian apapun. Ini kita tahu dalam rangka untuk fasilitasi transaksi timah yang diproduksi secara ilegal,” terangnya.

Sampai kini, Bambang masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Jampidsus.

“Sampai dikala ini pemeriksaan masih berjalan. Penahanan atau tidak nanti kita lihat setelah pemeriksaan selesai,” kata Kuntadi.

Korupsi Rugikan Negara Rp 300,3 Triliun
Jaksa Agung ST Buharnuddin menyebut kerugian negara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai 2022 menurut hasil audit BPKP menempuh Rp 300,003 triliun.

“Semula kita memperkirakan Rp271 triliun, rupanya setelah diaudit BPKP nilainya cukup fantastis sekitar Rp300,003 triliun,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (29/5/2024), seperti dikutip dari Antara.

Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini diserahkan oleh Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin. Ateh menyebut, pihaknya mengerjakan penyidikan kerugian negara berakhir dipinta oleh Kejagung.

Menurut permohonan tersebut pihaknya mengerjakan prosedur-prosedur audit, penyidikan dan juga meminta keterangan para ahli.

“Kami serahkan hasil audit perhitungan kerugian negara perkara dugaan tidak pidana korupsi tata niaga komoditas timah, seperti disajikan Jaksa Agung total kerugian sekitar Rp 300,003 triliun,” kata Ateh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *